Arsip

Archive for September 7, 2012

Gangguan Syaiton dan Membentengi Diri Darinya

KHUTBAH PERTAMA

Ma’asyirol Muslimin, yarhamukumulloh.

Ada alam lain yang tidak bisa kita melihatnya. Namun keberadaannya termasuk bagian dari keimanan. Alam tersebut adalah Alam jin. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Adz-Dzariyat:56

Jin Allah ciptakan dari api. Mereka melihat kita namun kita tidak bisa melihatnya, sebagaimana diberitakan dalam Al-Quran:

يَا بَنِي آدَمَ لا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.  Al-A’rof: 26

Ma’asyirol Muslimin, Rahimakumulloh

Iblis adalah nenek moyang jin sebagaimana Adam adalah bapak manusia. Kedengkian, kesombongan dan kekufuran memenuhi diri Iblis kepada Adam ‘alaihissalam.

Ketika Allah perintahkan iblis untuk sujud kepada Adam, dia menolaknya. kemurkaan Allah pun menimpa Iblis. Jadilah dia dari kalangan orang-orang kafir.

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.Al-Baqarah:34

Setelah kesesatan dan kekufurannya, bukan iblis bertaubat, bahkan ia bersumpah dihadapan Allah untuk menyesatkan manusia sebagaimana Allah berfirman:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ   ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,  kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). Al-A’roff: 16-17

Iblis telah memancangkan permusuhan dengan bani Adam, dia telah berhasil mengeluarkan kedua bapak ibu kita dari Al-Jannah, dan permusuhan itu terus dia kobarkan bersama bala tentaranya, syaiton dari kalangan jin dan manusia.

Jama’ah Shalat Jum’ah, Rahimakumullah

Allah Dzat yang sangat penyayang kepada manusia. Allah peringatkan manusia dari bahaya syaiton, demikian pula Rasulullah saw menjelaskan langkah-langkah syaiiton secara terperinci dalam sabda-sabdanya. Agar manusia sadar, berhati-hati dan bersiaga menghadapi permusuhan mereka. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. Al-Baqarah: 208

Ma’asyiral Muslimin,

Syaiton memiliki banyak makar dan berbagai bentuk permusuhan. Mereka berupaya menjauhkan manusia dari jalan Allah. Mereka bisikan dalam dada-dada manusia keburukan. Syaiton berupaya menghiasi Kesyirikan, kebidahan dan kemaksiatan, agar manusia tersungkur dalam kehinaan.

Oleh karena itulah, Allah perintahkan kita berlindung dari bisikan-bisikan Syaiton. Allah berfirman:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6)

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia.Raja manusia. ILah (sembahan) manusia. dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. dari (golongan) jin dan manusia. An-Nas

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah

Permusuhan syaitoh bukan hanya dalam bentuk bentuk bisikan. Terkadang, permusuhan itu juga mereka tampakkan dalam gangguan fisik seperti sihir dan kesurupan.

Kedokteran barat mungkin tidak percaya adanya sihir dan kesurupan. Makhluk bernama jin pun banyak diantara mereka tidak mempercayainya. Demikian pula kaum mu’tazilah. Namun gangguan syaiton berupa sihir dan kesurupan ditetapkan dalam Al-Quran, As-Sunnah dan kejadian-kejadian nyata di sekitar kita juga bukti adanya gangguan syaiton secara fisik.

Diantara dalil adanya kesurupan adalah firman tentang para pemakan riba:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لا يَقُومُونَ إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.Al-Baqarah:

Dalam Shahih Al-Bukhari dan lainnya dikisahkan seorang shahabat wanita hitam yang terkena ayan (kejang). para ulama menjelaskan bahwa kejang itu disebabkan gangguan jin.

Demikian ma’asyiral muslimin, sebagian apa yang Allah Ta’al beritakan. Sungguh terasa kasih saying Allah dengan berita-berita ini, semoga Allah mudahkan kita untuk berpegang dengan syareatnya untuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin.

KHUTBAH KEDUA

Ma’asyirol Muslimin,

Allah adalah Dzat yang Maha Pemurah. Syareat-Nya yang agung menjelaskan segala manfaat yang dibutuhkan manusia dan memperingatkan segala mafsadah yang mengancam manusia.

Beberapa perkara diajarkan islam sebagai benteng dari gangguan syaiton diantaranya:

Pertama: Selalu berdoa, bersandar dan berlindung kepada Allah, sebagaimana Allah perintahkan Nabi-Nya dalam surat An-Nas.

Kedua: Membentengi diri dengan amalan yang wajib seperti shalat lima waktu. Rasulullah saw bersabda tentang keutamaan shalat subuh:

مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ

Barangsiapa shalat subuh, sungguh ia dalam jaminan Allah. HR. Muslim

Ketiga: Memperbanyak amalan-amalan nafilah seperti dzikir-dzikir pagi dan petang.

Keempat: Menjauhkan diri dari maksiyat

Kelima: Memakmurkan tempat tinggal dengan ibadah dan dibersihkan dari perkara-perkara yang menghalangi masuknya malaikat dan menjadi sebab masuknya syaiton, seperti adanya lonceng, anjing atau gambar dan patung makhluk bernyawa.

Ma’asyirol Muslimin, rahimakumullah, semoga Allah selalu membimbing kita dan menjaga kita dari segala kejelekan. Amin Ya Rabbal’alamin.

(Intisari Khutbah Jumat: Masjid Al-Istiqamah. 20 Syawwal 1433 H, 7 September 2012 M, Abu Isma’il Muhammad Rijal. Dipersilahkan untuk disebarluaskan bukan untuk tujuan komersial)