Arsip

Archive for Maret 11, 2016

JIN ADA – keberadaan jin wajib diimani

Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc

Jin adalah makhluk berjiwa dan akan mati. Mereka memiliki jasad, kepala, tangan, perut dan seterusnya sebagaimana ditunjukkan dalil-dalil. Mereka Allah beri akal dan mereka melakukan segala sesuatu dengan kehendak seperti makan, minum dan berbagai pekerjaan. Mereka adalah makhluk yang mukallaf (dibebani perintah dan larangan) sebagaimana manusia.

Keberadaan jin sebagai makhluk yang mukallaf merupakan hal yang pasti, sebagaimana diberitakan Al-Quran dan sabda-sabda Rasulullah saw. Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyem-bah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)

Keberadaan mereka adalah perkara yang disepakati ahlussunnah wal jamaah. Bukan hanya kaum muslimin, Ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nashrani pun mengakui keberadaan jin, Akan tetapi masih saja ada manusia –bahkan dari kalangan muslimin- yang mengingkari keberadaan jin, seperti Mu’tazilah, ahli kalam (filsafat) dan orang-orang yang sejenis dengan mereka.

Ada lagi orang orang yang menetapkan adanya jin, namun ketika membicarakan hakekat makhluk ini menyimpang dari Al-Kitab dan As-Sunnah. Muhammad Rasyid Ridha mengatakan: “Sesungguhnya jin itu hanyalah ungkapan/ gambaran tentang bakteri-bakteri. Karena ia tidak dapat dilihat kecuali dengan perantara mikroskop.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah minal Jin oleh Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi t)

Mirip dengan masalah ini, keyakinan tentang Dajjal. Sebagian manusia menetapkan adanya Dajjal, namun ketika membicarakan hakekat dajjal, mereka berpaling dari Al-Kitab dan As-Sunnah, sehingga terjatuhlah ke dalam jurang kesesatan.

 

Jin Dicipta Sebelum Manusia

Dari sisi waktu penciptaan, Jin Allah ciptakan terlebih dahulu sebelum manusia diciptakan. Allah berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ  وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 26-27)

 

Ayat ini jelas menunjukkan bahwa jin Allah ciptakan terlebih dahulu sebelum Allah ciptakan manusia.

Perintah Allah kepada Malaikat dan Iblis untuk sujud kepada Adam, juga dalil yang menunjukkan bahwa jin Allah ciptakan sebelum penciptaan manusia. Allah berfirman:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ

Ingatlah ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. Al-Baqarah: 30

Kategori:Aqidah Shahihah