Arsip

Archive for Maret 13, 2016

NIKAH DENGAN JIN MUSLIMAH YUK !!

Abu Ismail Muhammad Rijal,Lc 

Soal:

Bolehkah seseorang muslim menikah dengan jin muslimah?

 

Jawab:

Dalam sebuah majelis,  Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad hafidzahullah mendapatt pertanyaan ini dan beliau menjawab: Pada asalnya jin adalah makhluk yang tersembunyi (ghaib) dari manusia, seperti malaikat.  Mereka melihat kita namun kita tidak bisa melihat mereka (dalam bentuk aslinya). Allah berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ لا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. Al-A’raaf: 27

Pernikahan antara jin dan manusia mungkin tergambar –terlepas dari boleh atau tidaknya– apabila jin muslimah merubah dirinya dalam bentuk manusia baru kemudian berinteraksi dengan manusia termasuk pernikahan. Karena Jin memang bisa berubah dalam bentuk manusia sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu ketika beliau memergoki seorang yang sedang mencuri zakat fitrah yang sedang dijaga Abu Hurairah, ternyata orang tersebut adalah jelmaan jin. Setelah kejadian beliau kisahkan kepada Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam, beliau bersabda di akhir hadits: Dia berkata benar kepadamu, padahal dia makhluk yang sangat pendusta, yang datang kepadamu adalah Setan (jin).

Akan tetapi mengenai pernikahan dengan jin muslimah hal ini tidak boleh, karena Allah ta’ala telah menjadikan pernikahan itu diantara makhluk yang sejenis sebagaimana Allah berfirman:

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ

Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu (An-Nahl:72) maksudnya: dari jenis kalian bukan dari jenis yang lain.

Asy-Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqity rahimahullah membahas masalah ini dalam kitab Adhwaul Bayan dalam surat An-Nahl ketika membahas ayat tersebut. Kemudian beliau berkata: Dan yang dhahir (tampak) dari nas Al-Quran sesungguhnya pernikahan itu hanya terjadi dari jenis yang sama. Allah berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Ar-Ruum:21)

Maka pernikahan antara makhluk yang tidak sejenis menyelisihi apa yang dibimbingkan Allah ta’ala kepadanya.  Allahua’lam.

Iklan
Kategori:Uncategorized