Beranda > Uncategorized > TIDAK TAHU IMAM BERHADATS – sahkah makmum ?

TIDAK TAHU IMAM BERHADATS – sahkah makmum ?

 

Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc

Tanya:

Seorang mengatakan: “Seandainya makmum shalat dibelakang imam yang berhadats, sementara makmum tidak tahu, maka shalat makmum sah namun tidak mendapatkan pahala shalat jamaah.” Apakah perkataan ini benar ?

 

Jawab:

Seorang Imam melakukan shalat dalam keadaan berhadats adalah suatu hal yang mungkin saja terjadi, karena manusia tempatnya lupa.

Dahulu Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam pernah masuk ke dalam masjid dan telah dikumandangkan iqamat, shahabat pun menempatkan diri di shaf-shaf mereka, sebagaimana Rasulullah shalallahu’ alaihi waallam telah berdiri di tempat shalat. tiba- tiba Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam meninggalkan masjid masuk ke dalam rumah beliau dan keluar dalam keadaan rambut beliau basah selepas mandi janabah. Ternyata beliau lupa.

Dan apabila hal ini terjadi, tidak ada dosa bagi imam shalat dalam keadaan berhadats karena lupa, namun wajib bagi imam untuk mengulangi shalatnya jika teringat, karena ia shalat dalam keadaan berhadats,

Demikian pula makmum tidak ada dosa shalat dibelakang orang yang berhadats dalam keadaan makmum tidak tahu. Shalat mereka sah dan pahala  berjamaah  juga tetap untuk mereka –wallahua’lam- karena mereka telah menunaikan kewajiban dan melakukan apa yang mereka mampui.

Wal hasil, Imamlah yang wajib mengulangi shalatnya karena ia shalat dalam keadaan berhadats, adapun makmum tidak mengulanginya.

Sebagai dalil dari apa yang kita sebutkan adalah sabda Rasulullah tentang  para penguasa yang datang memimpin manusia sepeninggal beliau:

 يصلون لكم فإن أحسنوا فلكم ولهم، وإن أساءوا فلكم وعليهم.

Mereka para penguasa akan mengimami shalat kalian, jika mereka baik maka kebaikan atas kalian dan mereka namun jika mereka berbuat kejelekan maka kebaikan tetap atas kalian dan kejelekan atas mereka.

Utsman Radhiyallohu’anhu berkata sebagaimana dalam riwayat Al-Bukhari

إن الصلاة من خير ما يفعل الناس، فإن أحسنوا فأحسن معهم، وإن أساءوا فاجتنب إساءتهم.

“Shalat adalah sebaik amalan yang dilakukan manusia jika mereka berbuat baik maka berbuat baiklah bersama mereka, dan jika mereka buruk (dalam shalatnya) maka tinggalkanlah erbuatan buruk mereka.”

Berdasarkan ini semua maka tidak benar perkataan yang menyatakan bahwa makmum tidak mendapatkan pahala jamaah. Shalat makmum sah dan dia mendapat pahala berjamaah. Allahua’lam bishshawab.

Iklan
Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: