Arsip

Posts Tagged ‘najasah’

Hadats dan Najis, Apa Bedanya?

Najas (najasah) dan hadats adalah dua istilah syar’I yang memiliki beberapa perbedaan. Diantara perbedaan antara keduanya adalah:

Pertama: Hadats adalah sifat yang dengan sifat itu tidak sah sholat seseorang seperti junub.[1] Adapun Najis, adalah dzat yang menimpa seseorang seperti air kencing yang menimpa baju, kotoran himar yang mengenai badan dan semisalnya.

Kedua: Hadats terangkat (hilang) dari seseorang dengan berwudhu, mandi janabah atau yang mengganti keduanya yaitu tayammum. Adapun Najis, dihilangkan dengan menghilangkan dzatnya dengan air atau bisa saja hilang sendiri tanpa usaha manusia seperti terguyur air hujan.

Ketiga: Untuk mengangkat hadats dibutuhkan niat. Adapun membuang najis tidak diperlukan adanya niat, intinya dzat najis hilang.

Keempat: Seorang yang shalat lupa dalam keadaan hadats  kemudian ingat seusai shalatnya. wajib atasnya mengulangi shalat.[2] Adapun seorang shalat dalam keadaan lupa di badannya terdapat najis, jika dia ingat seusai shalat tidak perlu baginya mengulang shalat.

Kelima: Hadats membatalkan toharoh. Adapun Najis tidak membatalkan toharoh, cukup baginya menghilangkan najis tanpa harus mengulangi wudhu atau tayammum.

Keenam: Hadats harus diangkat dengan air atau tanah jika tidak ada air. Hal ini disepakati ulama. Adapun menghilangkan najis apakah boleh menggunakan selain air ? terjadi khilaf dikalangan ulama. Sebagian mengharuskan air sebagian lainnya boleh dengan apa saja walaupun ada air, yang penting najis tersebut hilang.


[1] Seorang berhadats jika keluar sesuatu dari dua jalan (kubul dan dubur), memakan daging onta, tidur lelap  atau sebab lainnya seperti janabah.

[2] Setelah sebelumnya dia angkat hadatnya dengan berwudhu jika hadats kecil atau mandi jika hadats besar, atau dengan bertayammum jika tidak didapati air.

 

 

 

Iklan